Lokasi: Beranda > Berita > Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia

Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia

Waktu: 2026-07-29 18:45:27Sumber: Pebble NotebookKategori: Berita

Kekayaan tersebut dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak negara lain.

Selain itu, destinasi alam seperti pegunungan, pantai, hutan tropis, dan kawasan pedesaan dinilai sangat mendukung pengembangan wisata yang berfokus pada kesehatan dan relaksasi.

Bali, Yogyakarta, dan Solo jadi andalan

Saat ini, pemerintah telah menetapkan beberapa daerah sebagai destinasi unggulan wisata wellness, yakni Bali, Yogyakarta, dan Solo.

Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).

Ketiga daerah tersebut telah memiliki fasilitas pendukung serta kekayaan budaya yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kebugaran.

Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan wisata wellness ke berbagai daerah lain dengan tetap mengedepankan kearifan lokal masing-masing.

Baca juga: Baca juga:

Nilai ekonomi wellness terus tumbuh

Prospek wisata wellness dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia mencapai sekitar 49 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 798,7 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia di jajaran 20 besar ekonomi wellness dunia.

Sementara itu, nilai ekonomi wellness global telah mencapai sekitar 6,3 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 102.690 triliun.

Nilai tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 9 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 146.700 triliun, pada 2028. Besarnya pasar ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kesehatan sekaligus meningkatkan devisa negara.

Pengembangan wisata wellness merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Baca juga:

Berbeda dengan wisata massal, wisatawan wellness umumnya memiliki pengeluaran lebih tinggi dan tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri, komunitas, serta pemerintah daerah agar layanan wellness Indonesia memenuhi standar internasional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.